KDM Ungkap Mitos Koin Tolak Bala Jembatan Sewo Indramayu; Tabir Keberuntungan dan Tantangan Risiko Kecelakaan

- 13 April 2024, 09:58 WIB
Kang Dedi Mulyadi menyapa para penyapu koin di sepanjan jalan sekitar jembatan sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu. KDM lantas mengungungkap mitos lempar koin di jembatan sewo dengan menggali keterangan di sana.*
Kang Dedi Mulyadi menyapa para penyapu koin di sepanjan jalan sekitar jembatan sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu. KDM lantas mengungungkap mitos lempar koin di jembatan sewo dengan menggali keterangan di sana.* /Pikiran Rakyat Kuningan / Erix Exvrayanto/Instagram @dedimulyadi71

PR KUNINGAN — Tak sengaja Kang Dedi Mulyadi (KDM) lewat “jembatan sewo” di perbatasan Kabupaten Indramayu dengan Kabupaten Subang, pada jalur Pantura, Jawa Barat.

Selama ini, di jembatan sewo Indramayu itu menyimpan mitos lempar koin tolak bala yang dijadikan ajang mencari keberuntungan oleh warga sekitar Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Di sana, Kang Dedi Mulyadi mantan Bupati Purwakarta dua periode, sekarang wakil rakyat Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, bertemu dengan sejumlah penyapu koin di sepanjang jalan jembatan sewo Indramayu Barat.

Sudah menjadi tradisi memang budaya penyapu koin di jembatan sewo Indramayu Barat itu. Pasalnya, setiap hari selalu ada, bahkan di momen Lebaran mendadak semakin banyak orang yang bertaruh mencari keberuntungan memungut uang yang dilempar pengendara dari lalu lalang kendaraan, kendati mereka harus mempertaruhkan dirinya dari risiko kecelakaan di jalan.

Baca Juga: Viral Kereta Whoosh Masih Anyar kok Atapnya Bocor Kena Hujan? Penumpang Ditegor gak Boleh Rekam Video!

Berbekal sapu lidi ataupun sapu yang terbuat dari ranting pepohonan, sang penyapu koin berjejer sepanjang jembatan sewo Indramayu Barat. Malah di momen Lebaran 2024 sekarang, semakin memanjang di lajur kanan-kiri hingga sebelum dan sesudah jemabatan.

Disaksikan KDM, ia merasa was-was penuh khawatir melihat jejeran penyapu jalan berebut koin kala ada pengendara melemparkan uang di jembatan sewo itu.

Kang Dedi Mulyadi pun terpacu melemparkan uang kepada para penyapu koin. Uniknya tak sekadar diperebutkan lagi, tapi mobil KDM dikejar-kejar karena tak cukup sekali ia melempar uang sampai akhirnya berhenti ingin berbincang langsung dengan yang mengejarnya itu.

KDM keluar dari mobilnya, lalu menghampiri salah seorang penyapu koin untuk diajak ngobrol. Terungkap, katanya mereka kesehariannya bekerja sebagai buruh tani.

Baca Juga: Viral Dosen UAD Jogja Khutbah Kecurangan Pemilu Bikin Jamaah ‘Walk Out’, Universitas Ahmad Dahlan Klarifikasi

“Karena belum mulai pekerjaan di sawah, jadi terpaksa ke sini, mumpung ramai Lebaran juga. Musiman setahun sekali lumayan,” ucap salah seorang penyapu koin.

Ungkap si penyapu koin kepada Kang Dedi Mulyadi mengutarakan jika dirinya hasil berburu koin di jembatan sewo Indramayu Barat bisa mengumpulkan uang berkisar Rp50-100 ribu per orang.

Tetapi, hasil tersebut jumlahnya sedikit bila dibandingkan dengan apa yang penyapu koin dapat pada Lebaran-lebaran sebelumnya.

Hal itu ditengarai jumlah penyapu koin semakin banyak bahkan terkadang ada orang dari luar Indramayu Barat pun datang ikutan. Terlebih, semenjak beroperasinya Tol Cipali, volume kendaraan roda empat yang melitas jalur Pantura kini berkurang.

Baca Juga: Menhub Budi Karya Nyatakan Gran Max Terbakar Kecelakaan Tol Cikampek Adalah ‘Travel Gelap’

Masih penasaran, Kang Dedi Mulyadi beranjak menghampiri penyapu koin lainnya. Ialah Raniti, ditemui dan diajak KDM naik ke mobilnya untuk menceritakan langsung pengalaman sebagai pemburu keberuntungan di jembatan sewo yang penuh risiko kecelakaan.

“Kalau yang kecelakaan sih sering, setiap tahun ada saja. Tapi saya selalu berhati-hati, kalau terlalu tengah uangnya dibiarkan takut ketabrak, mungkin bukan rejeki saya,” ujar Raniti, seorang ibu paruh baya yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani.

“Kemarin sempat adap penertiban, kami sampai dikejar-kejar aparat, diambil pula sapu-sapunya. Tapi, sekarang selama Lebaran belum ada penertiban lagi,” imbuhnya.

Dan, bukanlah KDM kalau dirinya tak berbaik hati. Kang Dedi Mulyadi meminta Raniti melemparkan seluruh uang hasil dari sapu koin di jembatan sewo di hari itu kepada rekan-rekannya.

Baca Juga: Komunikasi Gerindra dengan PDIP Baik, Harus Terdapat Rekonsiliasi Antara Kedua Pihak

Awalnya Raniti bengong lantaran merupakan jerih payahnya. Tapi, ketika KDM mengiming-imingi menggantinya dengan jumlah uang lebih besar. Ia langsung sumringah bukan kepalang dan tak pikir panjang lagi langsung dilemparkan semua pendapatannya itu.

Mitos Koin Tolak Bala

Kang Dedi Mulyadi menilai tradisi penyapu koin di jembatan sewo Indramayu Barat yang konon bermula dari mitos “tolak bala”, adalah hal yang berisiko tinggi bisa membahayakan jiwa seseorang bukan sekadar kecelakaan lalu lintas semata.

“Ini tradisi yang mengerikan. Tapi sekarang agak mendingan karena ada Tol Cipali jadi relatif kendaraan tak seramai dulu lagi,” ungkap KDM.

Baca Juga: Jalan Penghubung Cipasung - Subang di Cimenga Longsor, Pengendara Melintas Diharap Waspada dan Hati-hati

Dituturkannya, terdapat dua versi tentang mitos koin tolak bala di jembatan sewo Indramayu Barat. Pertama, melempar koin dipercaya bisa menghindarkan dari hal buruk atau kejadian yang tak diinginkan.

Cerita masyarakat setempat, di jembatan sewo Indramayu itu ada kisah mistis sepasang kembar bernama Saedah - Saeni, yang menjelma menjadi buaya putih dan pohon bambu.

Versi kedua, adalah kecelakaan bus di sekitar jembatan sewo, menewaskan puluhan transmigran asal Boyolali yang akan berangkat ke Sumatera Barat pada tahun 1974 silam. Para korban tewas dimakamkan di sekitar lokasi dan masih sering diziarahi oleh keluarganya.

Baca Juga: Spanyol Nyatakan Pengakuan Kemerdekaan Negara Palestina

Setiap keluarga berziarah memiliki kebiasaan melemparkan koin di jalur Pantura yang menjadi lokasi kecelakaan. Dipercayai mereka sebagai tolak bala.

Membudayanya tradisi lempar koin di sepanjang jalan sekitar jembatan sewo Indramayu Barat itulah yang menginisiasi warga setempat menyapu uangnya dipunguti hingga kini.***

Editor: Erix Exvrayanto


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah