10 Miliar Rupiah Kerugian Diderita Pabrik Rotan PT Indigo Sejahtera Mandiri Cirebon Akibat Kebakaran Dahsyat

- 22 April 2024, 21:27 WIB
Pabrik rotan PT Indigo Sejahtera Mandiri yang berlokasi di jalan Yudhistira, Desa Karang Asem, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, mengalami kerugian mencapai Rp10 miliar akibat musibah kebakaran dahsyat, Senin 22 April 2024.*
Pabrik rotan PT Indigo Sejahtera Mandiri yang berlokasi di jalan Yudhistira, Desa Karang Asem, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, mengalami kerugian mencapai Rp10 miliar akibat musibah kebakaran dahsyat, Senin 22 April 2024.* /Pikiran Rakyat Kuningan / Erix Exvrayanto/Damkar Cirebon

PR KUNINGAN — Pabrik rotan PT Indigo Sejahtera Mandiri yang berlokasi di jalan Yudhistira, Desa Karang Asem, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, mengalami kerugian mencapai Rp10 miliar akibat musibah kebakaran dahsyat, Senin 22 April 2024.

General Manager PT Indigo Sejahtera Mandiri, Herry Dasa mengatakan, bahwa sumber api berasal dari ruangan dimana tempat furniture yang sudah dikemas dan siap dikirim ke negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Api menyala berkobar menjalar bagian ruangan lain hingga terjadi kebakaran dahsyat.

Akibatnya, 10 kontainer siap mengirim furniture kualitas ekspor tersebut gagal berangkat bahkan terbakar, dan menyebabkan kerugian sebesar miliaran rupiah.

Baca Juga: DMI Kota Cirebon Gelar Halal Bihalal Bersama Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid se-Kota Wali

Herry menyatakan pada Senin, 22 April 2024, bahwa hanya barang furniture yang mengalami kerugian sekitar Rp2,5 miliar hingga Rp2,7 miliar, dan kerugian ini tidak termasuk bangunan, kendaraan, atau alat-alat lainnya.

Waktu kejadian kebakaran dahsyat di pabrik rotan PT Indigo Sejahtera Mandiri, Kabupaten Cirebon ini pukul 00.40 WIB.

Tidak ada korban tewas dalam insiden tersebut, tetapi seluruh bangunan, termasuk mobil dan barang siap ekspor yang terletak di sepuluh kontener gudang, terbakar.

Baca Juga: Wanita Asal Selajambe Kuningan Ditemukan Tewas Dekat Rel, Tubuhnya Hancur Diduga Kecelakaan Tertabrak Kereta

Hasil identifikasi kejadian disampaikan Eno Sujana selaku Kadis Pemadaman Kebakaran Penyelamatan dan Sarana Prasarana (PPSP) Dinas Pemadaman Kebakaran Penyelamatan Kabupaten Cirebon, bahwa petugas membutuhkan waktu empat jam untuk memadamkan api yang membakar pabrik rotan. Kemudian didinginkan selama dua jam.

Eno mengatakan bahwa bangunan dan semua isi habis terbakar dalam kebakaran dahsyat tersebut. Sampai saat ini, belum diketahui penyebab awal kebakaran dan saat ini diselidiki oleh Polresta Cirebon.

Baca Juga: Hari Bumi 2024, Manusia Harus Sadar Tanggungjawab Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup Setiap Hari

Ia menjelaskan bahwa pada awal laporan, pihak keamanan pabrik mengetahui bahwa mereka mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas argon. Kemudian, mereka menyelidiki sumber ledakan. Setelah diperiksa, ternyata ada api di ruang tengah, yang digunakan untuk menyelesaikan dan menyimpan barang siap ekspor.

Dia mengatakan bahwa sekitar pukul 00.50 WIB diarahkan Sektor Damkar Weru untuk meluncur ke lokasi. Saat tiba di lokasi, api sangat besar dan sudah menjalar ke semua bangunan. Untuk mengantisipasi lebih banyak bangunan yang terbakar, dia meminta bantuan dari Sektor Damkar Weru lainnya.

Eno menyatakan bahwa mereka telah menambah armada untuk membantu Damkar dari Sumber, Palimanan, Arjawinangun, Gunungjati Lemah Abang, dan Pangenan, serta dari Dinas Damkar Kota Cirebon, totalnya 11 unit.

Baca Juga: WOW Sehatnya Badui Bebas Demam Berdarah, Suku Pedalaman Lebak Hingga Kini ‘Zero’ Kasus DBD

Eno mengatakan bahwa material yang terbakar termasuk bahan yang digunakan untuk membuat furnitur dari rotan, kayu, dan bahan lain yang mudah terbakar. Kemudian produk yang sudah siap ekspor, serta lima mobil R4 dan dua mobil R2. Estimasi kerugian adalah Rp10 miliar, dan tidak ada korban jiwa.***

Editor: Erix Exvrayanto

Sumber: Dinas Pemadam Kebakaran


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah