Money Politic di Kabupaten Kuningan, Warga Kadatuan kok gak Tahu? Bawaslu : Pidana Kalau Terpenuhi Alat Bukti!

- 15 Februari 2024, 10:31 WIB
Ketua Bawaslu Kuningan, Firman, saat diwawacarai tentang kasus video viral dugaan money politic di Desa Kadatuan, Kecamatan Garawangi, Rabu 14 Februari 2024.*
Ketua Bawaslu Kuningan, Firman, saat diwawacarai tentang kasus video viral dugaan money politic di Desa Kadatuan, Kecamatan Garawangi, Rabu 14 Februari 2024.* /Pikiran Rakyat Kuningan / Erix Exvrayanto

PR KUNINGAN — Dugaan kasus money politic di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang memanas dari tersebarnya video viral ada oknum tertangkap basah oleh warga Bojong Gede, Desa Kadatuan, Kecamatan Garawangi, diduga membagi-bagikan uang dengan adanya muatan seruan memilih salah satu calon peserta Pemilu 2024.

Kasus video viral money politic di Kabupaten Kuningan tersebut terindikasi kejadiannya pada malam jelang hari pemungutan suara Pemilu 2024, atau pada Selasa 13 Februari 2024 malam WIB.

Baca Juga: Kuningan Kota Sepi di Hari Pemilu 2024, Apakah Pada Nyoblos?

Melihat video viral money politic di Kabupaten Kuningan yang berdurasi 1 menit 45 detik itu, tampak ada seorang berdiri mengenakan kaos warna coklat dan celana oren sedang ditegur oleh warga yang menangkap basah dirinya atas dugaan “politik uang” pemilu di daerah Desa Kadatuan tersebut.

Pada hari pemungutan suara, Rabu 14 Februari 2024, Tim Pikiran Rakyat Kuningan, coba menggali informasi kepada masyarakat Desa Kadatuan, di lingkungan Bojong Gede dan Tarikolot.

Baca Juga: Pemilu 2024 di Lapas Kelas IIA Kuningan, Satu Pemilih Pindah TPS

Ironisnya dari sejumlah warga yang tengah berkerumun di pekarangan, baik itu di lokasi dekat TPS (tempat pemungutan suara), dan warung, saat ditanya soal kasus video viral money politic di Desa Kadatuan tersebut, hampir semua menjawab tidak mengetahui, padahal di wilayah Kecamatan Kuningan begitu menggegerkan masyarakat.

Adapun rekapitulasi perolehan suara capres dan cawapres di Desa Kadatuan, Kecamatan Garawangi:

Baca Juga: Ada Diskon Promo Pemilu 2024 Disejumlah Caffe dan Restoran di Kuningan, Berlaku hanya 14 Februari

  1. Anies Baswedan & Muhaimin Iskandar : 688 suara
  2. Prabowo Subianto & Gibran Rakabuming Raka : 292 suara
  3. Ganjar Pranowo & Mahfud MD : 76 suara

Total Suara : 1.056

Bawaslu Kuningan

Ketika permasalahan ini dikonfirmasikan kepada Ketua Bawaslu Kabupaten Kuningan, Firman, pihaknya menyatakan kasus video viral money politic di Desa Kadatuan sedang dalam proses pendalaman dan pengkajian.

“Video viral bukan merupakan temuan tapi merupakan aduan dari warga,” ungkapnya.

Baca Juga: Kisah Dibalik Foto Komeng di Surat Suara DPD RI yang ‘Nyeleneh’ hingga Viral jadi Sorotan: Orang KPU Ketawa

Pihak Bawaslu Kuningan pun mengatakan pada malam kejadian sudah langsung meninjau ke lokasi tempat kejadian perkara. Dan, di sana sedang ditangani oleh Panwaslu Kecamatan Garawangi.

Ditukaskan Ketua Bawaslu Kuningan, bahwa pihaknya menunggu adanya laporan resmi untuk diproses lebih lanjut, sembari menungu Panwaslu Garawangi menemukan setidaknya dua alat bukti secara formil dan materiil yang benar menunjukan pelanggaran pemilu.

Baca Juga: Pemilu 2024 Berduka, Satu Ketua KPPS Meninggal Dunia saat Proses Penghitungan Surat Suara

Lantas Firman mengingatkan, tentang ancaman pidana dari pelanggaran money politic.

“Laporan ada namun belum ada yang melaporkan secara resmi,” kata Firman.

Ditanya ihwal si pembuat video apakah bisa masuk kriteria pelapor? Ketua Bawaslu Kuningan menganggukkan kepalanya.***

Editor: Erix Exvrayanto

Sumber: Wawancara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah