PAN Kuningan Berselisih Pasca Pemilu 2024, Pola Komunikasi Ketua DPD Top-Down ‘Acakadut’ Didesak Mundur

- 4 Mei 2024, 06:39 WIB
Sebanyak 24 dari 32 Ketua DPC Partai Amanat Nasional dari DPD Kabupaten Kuningan, baru-baru ini menyambangi kantor DPW PAN Jabar, melakukan audiensi terkait perselisihan internal pengurus yang diterima Sekretaris DPW PAN Jabar, Hasbullah Rahmad.*
Sebanyak 24 dari 32 Ketua DPC Partai Amanat Nasional dari DPD Kabupaten Kuningan, baru-baru ini menyambangi kantor DPW PAN Jabar, melakukan audiensi terkait perselisihan internal pengurus yang diterima Sekretaris DPW PAN Jabar, Hasbullah Rahmad.* /Pikiran Rakyat Kuningan / Erix Exvrayanto

PR KUNINGAN — Pasca Pemilu 2024, di saat partai politik lain kembali memanaskan mesin bersiap menghadapi Pilkada 2024 Serentak. Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, malah terjadi perselisihan internal pengurusnya.

Diketahui, perolehan kursi hasil Pemilu 2024 untuk parlemen Anggota DPRD Kuningan yang diraih DPD PAN Kuningan merosot. Yang semula mendapatkan lima kursi anggota legislatif, kini hanya tiga Caleg yang terpilih.

Usut punya usut, tampaknya serius perselisihan yang terjadi dalam tubuh organisasi DPD PAN Kabupaten Kuningan ini. Pasalnya, sebanyak 24 dari 32 Ketua DPC, baru-baru ini menyambangi kantor DPW PAN Jabar, melakukan audiensi yang diterima Sekretaris Hasbullah Rahmad, sekaligus Ketua Fraksi PAN di DPRD Provinsi Jawa Barat, juga kandidat kuat bakal calon Wali Kota Depok untuk Pilkada 2024.

Jumat 3 Mei 2024, Diutarakan Daud Yusuf selaku Wakil Ketua Harian DPD PAN Kabupaten Kuningan, bahwa dirinya bersama 24 Ketua DPC telah satu suara menandatangani petisi sebagai buah “mosi tidak percaya” terhadap kepemimpinan Ketua DPD PAN Kuningan, H. Uba Subari.

Baca Juga: Ternyata Ada Pemain Indonesia yang Diincar Al Nassr, wah Kalo ‘Done’ Keren Bisa Main Bola Bareng Ronaldo CR7

Petisi tersebut dilayangkan ke DPW PAN Jabar dalam audiensi. Bahkan, disebutkannya tanggapan Hasbullah Rahmad, menyatakan tidak akan tinggal diam. Bakal menyorot secara khusus perselisihan di tubuh organisasi DPD PAN Kabupaten Kuningan.

“Hanya saja DPW sekarang lagi sibuk mempersiapkan Pilkada 2024, jadi terpecah konsentrasinya,” tutur Daud.

“Tapi kami, 24 DPC telah bulat mendesak Haji Uba Subari segera mundur dari jabatan Ketua DPD PAN Kabupaten Kuningan,” tandasnya.

Ditanya kenapa alasannya. Daud membeberkan sekelumit masalah yang terjadi di internal partai berlambang matahari identik dengan warna biru langit itu. Bahwasanya, kepemimpinan Uba Subari selama menahkodai DPD PAN Kabupaten Kuningan dinilai kurang impresif. Sangat tidak peka terhadap  dinamika persaingan hingga perubahan peta politik di Kota Kuda. “Alhasil, merosotlah raihan kursi di Pemilu 2024 untuk Pileg Anggota DPRD Kuningan,” timpalnya.

Halaman:

Editor: Erix Exvrayanto

Sumber: Wawancara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah