Di Pasar Cilimus, Rokhmat Ardiyan Caleg DPR RI Partai Gerindra Tampung dan Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

- 29 November 2023, 20:34 WIB
H Rokhmat Ardiyan, MM., Caleg DPR RI Dapil 10 Jabar dari Partai Gerindra nomor urut 2 (tengah), Komisaris PT Puspita Cipta Group Hj. Dian Marina Puspita (kiri), Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cilimus (kanan).*/PR Kuningan/
H Rokhmat Ardiyan, MM., Caleg DPR RI Dapil 10 Jabar dari Partai Gerindra nomor urut 2 (tengah), Komisaris PT Puspita Cipta Group Hj. Dian Marina Puspita (kiri), Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cilimus (kanan).*/PR Kuningan/ /Erix Exvrayanto

PR KUNINGAN — H Rokhmat Ardiyan, MM., Caleg DPR RI Dapil 10 Jabar dari Partai Gerindra nomor urut 2, pada kampanye hari kedua, Rabu 29 November 2023, menyambangi Pasar Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, untuk menyosialisasikan visi-misinya sebagai calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Mulai dari pedagang lapak lesehan, kaki lima, los, hingga kios, disapa satu per satu oleh Rokhmat Ardiyan Caleg DPR RI Dapil 10 Jabar dari Partai Gerindra nomor urut 2 ini.

Didampingi istrinya Komisaris PT Puspita Cipta Group Hj. Dian Marina Puspita, bersama sejumlah relawan HRA (Haji Rokhmat Ardiyan) di Pasar Cilimus hampir semua dagangan yang dijajakan diperhatikan.

Baca Juga: Warisan Indonesia Telusuri Jejak Budaya, BPK Wilayah IX Jawa Barat Angkat Tari Batik Kebaruan dari Kuningan

Rokhmat Ardiyan menanyakan apa saja perkembangan hingga keluhan para pedagang juga pembeli, sekaligus memborong memenuhi kerangjang belanjaan yang ditenteng jajaran asistennya, yang tentunya membuat hati para pedagang di Pasar Cilimus senang bukan kepalang.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cilimus, Haris Hasan Hariri, mengutarakan kepada Rokhmat Ardiyan agar bila nanti menjadi Anggota DPR RI diharapkannya memberikan solusi bagi pedagang konvensional di pasar tradisional, khususnya dalam menghadapi persaingan pemasaran online.

Baca Juga: Fix! Debat Capres-Cawapres Pemilu 2024 Ditetapkan KPU, Ini Jadwal Pelaksanaannya

Haris mengungkapkan bagi pedagang di pasar tradisional dirinya selain harus keluar “kocek” untuk sewa kios, sayangnya sekarang konsumennya banyak yang beralih belanja di e-commerce secara daring. Dimana hal itu menjadikan kondisi pasar sepi pengunjung.

Tak hanya itu, Haris yang merupakan pemilik kios tas dan sepatu sekolah, juga melirihkan masalah jaminan sosial BPJS Kesehatan. Dituturkan dia, istrinya sedang sakit berkepanjangan, namun ketika ingin mendapat perawatan medis, ternyata tidak semua obat ter-cover oleh BPJS Kesehatan.

Halaman:

Editor: Erix Exvrayanto

Sumber: Liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah