Kang Dedi Mulyadi Murka! Bangun Jembatan Cihambulu Biaya Pribadi KDM, Pekerjanya Dipalak Sampai Dibacok Preman

- 25 Maret 2024, 04:05 WIB
Kang Dedi Mulyadi murka! Sedang membangun jembatan dengan biaya pribadi KDM, tapi ada pekerjanya yang disatroni preman, memalak sampai melukai pekerja proyek Jembatan Cihambulu itu dengan cara dibacok.*
Kang Dedi Mulyadi murka! Sedang membangun jembatan dengan biaya pribadi KDM, tapi ada pekerjanya yang disatroni preman, memalak sampai melukai pekerja proyek Jembatan Cihambulu itu dengan cara dibacok.* /Pikiran Rakyat Kuningan / Erix Exvrayanto

PR KUNINGAN — Kang Dedi Mulyadi (KDM) tokoh politik yang baru saja menjuarai perolehan suara di Jawa Barat pada pemilihan Caleg DPR RI Pemilu 2024, sekarang sedang murka  terhadap preman.

Bagaimana tidak. Kang Dedi Mulyadi sedang membangun jembatan dengan biaya pribadi KDM, tapi ada pekerjanya yang disatroni preman, memalak sampai melukai pekerja proyek Jembatan Cihambulu itu dengan cara dibacok.

Sabtu 23 Maret 2024, Kang Dedi Mulyadi mendengar pekerjanya tersebut dipalak dan dibacok preman, benar-benar membuat KDM murka dan langsung mendatangi lokasi pekerjaan pembangunan Jembatan Cihambulu yang menghubungkan Kabupaten Purwakarta dengan Kabupaten Subang.

Baca Juga: Dirgahayu ke-58 PIKIRAN RAKYAT: Tetap Menjadi Bagian Agen Perubahan Kehidupan

Tampak aparat TNI dan Polisi pun banyak di sana ketika Kang Dedi Mulyadi menjenguk kedua pekerja pembangunan Jembatan Cihambulu itu. KDM meminta mereka segera melaporkan pelakunya ke polisi. “Laporkan ke polisi cepat! Jangan ke posyandu,” pintanya tegas.

Kang Dedi Mulyadi pun dirinya mengatakan bakal terus memburu preman yang telah memalak dan melukai pekerjanya. “Saya marah, dan sangat menentang tindakan premanisme. Apalagi ini proyek pembangunan anggarannya biaya saya pribadi,” tandasnya.

KDM menegaskan lagi bahwa dirinya sangat tidak mendukung apapun bentuk tindakan premanisme di Indonesia. Pihaknya tidak akan tinggal diam, menurutnya jika kekerasan dibiarkan terus menerus, bisa menjadi kebiasaan dan berpotensi menghalangi investasi masuk ke daerah.

“Nanti kebiasaan kalau ada investasi masuk diancam, nanti siapa yang mau investasi di sini. Ke pekerjaan Dedi Mulyadi saja berani, apalagi ke orang lain,” ujarnya.

Baca Juga: Di Kuningan Ternyata Ada Kolektor Kaset Pita, Vinyl Hingga Piringan Hitam; si Empunya Juga Piawai Main Musik

Halaman:

Editor: Erix Exvrayanto

Sumber: Instagram @kangdedimulyadi71


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah