Antisipasi Banjir Bandang, Pakar UGM Isyaratkan Pembersihan Material di Sepanjang Aliran Sungai Harus Digencar

- 7 Desember 2023, 17:55 WIB
Tindakan antisipasi yang sistematis harus dimulai untuk mencegah banjir bandang di awal musim hujan
Tindakan antisipasi yang sistematis harus dimulai untuk mencegah banjir bandang di awal musim hujan /Pixabay/

PR KUNINGAN — Untuk mencegah banjir bandang di awal musim hujan, Prof. Agus Maryono, pakar manajemen air dari Universitas Gadjah Mada (UGM), mengatakan bahwa pembersihan material longsor di sepanjang aliran sungai harus digencarkan.

Agus Maryono mengatakan pada Rabu, 6 Desember 2023, di Kampus UGM Yogyakarta bahwa longsor adalah penyebab utama banjir bandang. Jika sumbatan ditemukan, masyarakat dapat segera digerakkan untuk membersihkan. Jika aliran lancar kembali, risiko banjir bandang akan hilang.

Dia mengatakan bahwa tindakan antisipasi yang sistematis harus dimulai. Salah satu caranya adalah dengan meminta kelompok masyarakat untuk memeriksa timbunan longsoran yang mungkin terbawa arus deras sungai. 

Baca Juga: 4 Cara Kirim Video Durasi Panjang di WhatsApp dengan Mudah Pakai Aplikasi Ini Joss Buat WA 

Agus menyatakan bahwa dibandingkan dengan sungai besar, sungai kecil dan menengah yang terletak di wilayah berbukit dengan tebing yang terjal memiliki risiko longsor dan banjir bandang yang lebih tinggi.   

Selain itu, sungai dengan sejarah banjir bandang memiliki risiko banjir bandang yang lebih tinggi.  

Agus berpendapat bahwa susur dan pengecekan sungai harus dilakukan utamanya di sungai-sungai yang melewati permukiman atau perkampungan dengan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan sektor bisnis. 

Dia menyatakan, "Masyarakat diajak dan hasilnya didiskusikan dengan masyarakat agar mereka paham dan merasa memiliki sungai tersebut. Jika tidak ada banjir bandang masyarakat sejahtera dan dapat memanfaatkan sungai untuk wisata, perikanan, dan pertanian."

Baca Juga: Penting Dibaca Pelamar CASN, Ini Pengumuman Kelulusan Hasil Tes PPPK 2023 Semoga Anda Beruntung!

Disebutkan bahwa di Yogyakarta sendiri, beberapa sungai memiliki potensi banjir bandang, termasuk Sungai Code.

Dia juga berterima kasih kepada berbagai komunitas sungai karena mereka membantu mengedukasi dan mendorong masyarakat untuk menjaga lingkungan sungai dan mengantisipasi berbagai bahaya.

Anggri Setiawan, Kepala Pusat Studi Bencana UGM, mengatakan bahwa pemerintah telah mengadopsi berbagai undang-undang dan peraturan kelembagaan untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi.

Baca Juga: GenBI Digital Insight Fair 2023, Bank Indonesia KPw Cirebon Bekali Mahasiswa Uniku Roadmap Karir Dunia Digital

Sistem negara kita sangat baik, dan setiap orang sudah menerima bagian mereka. Dia menjelaskan bahwa aksi antisipasi harus dioptimalkan, yang saat ini dipromosikan di tingkat internasional dan pedomannya sedang disusun di tingkat nasional.

Ia menganggap pergantian musim sebagai kesempatan yang bagus untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang fenomena bencana hidrometeorologi, yang menurutnya relatif dapat diprediksi dengan berbagai teknik.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Bansos BLT El Nino 2023 Rp 400 Ribu dari Pemerintah, Cek Segera Disini: Cair bulan Desember!

Dia berpendapat bahwa jika semua pemangku kepentingan bekerja sama dengan baik, bencana dapat diantisipasi dan dampak negatifnya dapat diminimalkan.

"Bencana dapat ditangani secara pentahelix. Mari kita dorong aksi antisipasi dengan menyajikan contoh sukses untuk melengkapi manajemen bencana yang sudah ada," ujarnya.***

Editor: Iwan Setiawan

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah